Penyucian Hati Archives – PustakaHanif.com https://pustakahanif.com/category/penyucian-hati Toko Buku Islam Online Wed, 14 Dec 2022 09:34:14 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://pustakahanif.com/wp-content/uploads/2021/07/cropped-android-chrome-512x512-1-1-32x32.png Penyucian Hati Archives – PustakaHanif.com https://pustakahanif.com/category/penyucian-hati 32 32 Tanda-tanda Kesuksesan Tadabbur Al-Quran https://pustakahanif.com/tanda-sukses-tadabbur-al-quran https://pustakahanif.com/tanda-sukses-tadabbur-al-quran#respond Wed, 14 Dec 2022 09:34:10 +0000 https://www.pustakahanif.com/?p=3947 Bagaimana Anda tahu kalau Anda telah berhasil dalam tadabbur Al-Quran, atau tidak? Berapakah tingkat keberhasilan saya? Di manakah posisi saya

The post Tanda-tanda Kesuksesan Tadabbur Al-Quran appeared first on PustakaHanif.com.

]]>
Bagaimana Anda tahu kalau Anda telah berhasil dalam tadabbur Al-Quran, atau tidak? Berapakah tingkat keberhasilan saya? Di manakah posisi saya terhadap bidang amal ini di antara bidang-bidang kehidupan pendidikan? Jawabannya, keberhasilan dalam tadabbur Al-Quran itu ada tanda-tanda ilmiah dan amaliah,
diantaranya: (Selengkapnya bisa dibaca di buku Panduan Tadabbur Al-Quran)

Pertama, tetap menjaga bacaan hizb Al-Quran yang telah ditetapkan walau dalam situasi bagaimana pun dan tidak mendahulukan pekerjaan lain walau apa pun alasannya.

Kedua, meningkatkan bacaan hizb Al-Quran sampai ke tingkat akhir, yaitu mengkhatamkan Al-Quran secara hafalan setiap pekan, dibaca dalam shalat malam dengan tartil, berulang-ulang, berhenti, dikeraskan, dan dilagukan. Inilah tujuh kunci praktis itu.

Ketiga, memasukkan pesan ayat-ayat Al-Quran ke dalam hati sepanjang malam dan siang secara spontan dan otomatis. Sebagaimana Mutharrif bin Abdullah berkata, “Aku berbaring pada malam hari di tempat tidur sambil mentadaburi Al-Quran dan membandingkan amalku dengan amal ahli surga.”

Keempat, Anda menguasai tafsir Al-Quran tematik. Yakni anda memiliki kemampuan menyebutkan ayat manakah yang temanya sesuai dengan apa yang ingin Anda gunakan sebagai dalil tanpa kesulitan. Dan Anda memiliki penguasaan yang mendetail tentang kosa kata Al-Quran, di mana Anda bisa mengaitkan antara kosa kata itu secara spontan dan otomatis, meskipun kosakata itu banyak atau letaknya di dalam Al-Quran berjauhan.

Jika tadabbur Al-Quran ini ditambah dengan tadabur sunnah, maka penguasaan ini menggabungkan ayat-ayat dan hadits dalam waktu yang sama. Pencapaian penguasaan tersebut tidak disyaratkan harus menguasai imu alat dahulu. Tetapi, orang yang sering membaca Al-Quran dan As Sunnah untuk mentadabburinya, ia dapat menguasainya. Hal ini telah terbukti pada sejumlah orang awam dan beberapa dai.

Kelima, hendaknya akhlaknya adalah Al-Quran dalam setiap urusan hidup. Akhlak Al-Quran itu banyak dan agung. Di antaranya adalah seperti yang disebutkan dalam permulaan surat Al mukminun, surat Al-Ma’arij, surat Al-Ahzab ayat ke-35, permulaan surat Al-Baqarah, akhir surat Al-Furqon dan masih banyak lagi.

Ini adalah tuntutan, cita-cita dan tujuan. Pencapaian salah satu darinya dianggap sebagai kesuksesan besar dan kemenangan yang nyata. Banyak orang di antara kita yang berharap seperti pada ayat, “Orang-orang yang khusyuk dalam shalat mereka..” (Al-Mukminun [23] : 2). Juga berharap seperti pada ayat, “Dan orang-orang yang menahan marah dan memaafkan manusia.” (Al-Imran [3] : 134).

Mereka Juga berharap bisa menjadi bagian dari orang-orang dalam ayat, “Bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, keimanan mereka bertambah dan kepada Rabb mereka bertawakal” (Al-Anfal (8) ; 5) Dan masih banyak lagi sifat-sifat agung yang berusaha dicapai oleh orang-orang shalih dan berusaha diwujudkan oleh orang-orang yang ingin sukses.

Keenam, mengajak orang lain agar sukses dalam tadabbur Al-Quran, terutama kerabat dekat. Karena, salah seorang di antara kalian tidak sempurna imannya sebelum ia mencintai untuk saudaranya seperti ia mencintai untuk dirinya sendiri.

Jadi, semangat dan kegigihannya dalam mengajak orang lain merupakan satu tanda bahwa ia benar-benar merasakan kesuksesan dan berharap agar keluarga dan teman-temannya juga merasakan apa yang ia rasakan. Adapun orang yang belum meraih salah satu tanda ini maka kesuksesannya terhadap Al-Quran kurang meyakinkan Dan enam tanda tersebut memiliki kelas, dan tingkatan sendiri- sendiri.

The post Tanda-tanda Kesuksesan Tadabbur Al-Quran appeared first on PustakaHanif.com.

]]>
https://pustakahanif.com/tanda-sukses-tadabbur-al-quran/feed 0
Tingkatan dan Macam dari Kesabaran https://pustakahanif.com/tingkatan-dan-macam-dari-kesabaran https://pustakahanif.com/tingkatan-dan-macam-dari-kesabaran#respond Wed, 14 Dec 2022 02:52:21 +0000 https://www.pustakahanif.com/?p=3942 Fairuz Abadi menjelaskan, tingkatan sabar ada lima; shabir, mushthabir, mutashabbir, shabu, dan shabbar. Shabir adalah tingkatan paling umum. Musthabir adalah

The post Tingkatan dan Macam dari Kesabaran appeared first on PustakaHanif.com.

]]>
Fairuz Abadi menjelaskan, tingkatan sabar ada lima; shabir, mushthabir, mutashabbir, shabu, dan shabbar. Shabir adalah tingkatan paling umum. Musthabir adalah orang yang meraih kesabaran karena mendapat ujian. Mutashabbir adalah orang yang memaksakan dan mendorong diri untuk bersabar.

Shabur adalah orang yang memiliki kesabaran besar, melebihi kesabaran orang lain. Shabbar adalah orang yang sangat sabar. Kesabaran yang ini terkait ukuran dan kuantitas, sementara kesabaran tingkat sebelumnya terkait sifat dan kualitas.”

Dzun Nun Al-Mishri menuturkan, sabar memiliki sejumlah istilah dan kondisi sesuai perbedaan situasi. Menahan diri dari berbuat maksiat disebut sabar, tidak disebut yang lain, kebalikan dari keluh kesah. Sabar dalam peperangan namanya berani, kebalikan dari penakut.

Sabar menghadapi Musibah yang membuat orang gelisah namanya lapang dada, kebalikan dari sifat suka bicara ngelantur dan mengeluh kesana kemari. Sabar menghadapi kenikmatan hidup namanya zuhud, kebalikan dari sifat rakus. Sabar menerima bagian dunia yang tidak seberapa namanya gana‘ah, kebalikan dari sifat tamak.

Macam-macam Sabar

Abu Umar menuturkan, “Saya pernah bertanya kepada Al-Hulaimi tentang sabar, ia menjelaskan, ‘Sabar ada tiga macam pertama : sabar menjalani ketaatan kepada Rabb Yang Maha Perkasa, kedua : sabar menjauhi segala kemaksiatan, ketiga: sabar menghadapi kesabaran dalam menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan’”

Ibnul Qayyim menyatakan, “Berdasarkan kaitannya, sabar ada tiga macam : sabar dalam menjalankan segala perintah dan ketaatan, sabar menjauhi segala larangan dan pelanggaran agar tidak terjerumus padanya, sabar menerima takdir agar tidak marah pada ketentuan takdir.”

Fairuz Abadi menyatakan, sabar ada tiga macam : pertama, sabar karena Allah. kedua, sabar bersama Allah, ketiga sabar untuk Allah.

Dari sisi Kaitannya dengan hukum yang lima (wajib, mandub, mubah, makruh, dan haram), sabar terbagi menjadi:

Sabar wajib : Yaitu kesabaran yang diperintahkan dalam segala kondisi mencakup tiga jenis; sabar menjalankan ketaatan, sabar menjauhi kemaksiatan, dan sabar menerima qadha dan qadar. Inilah pengertian sabar secara umum.

Sabar mandub : Yaitu sabar menjalankan hal-hal yang dianjurkan yang berpahala jika dikerjakan, dan tidak mendatangkan hukuman jika ditinggalkan. Demikian halnya sabar menjauhi hal-hal makruh yang berpahala jika ditinggalkan, dan tidak mendatangkan hukuman jika dilakukan.

Misalnya, makan bawang putih dan bawang merah, setelah itu pergi ke masjid dengan bau tidak sedap. Demikian halnya bersabar atas gangguan orang lain melalui kata-kata maupun tindakan, dengan mengharap pahala dari Allah. Yang bersangkutan berhak membalas perlakuan tidak baik tersebut, namun lebih baik jika dihadapi dengan sabar.

Sabar mubah : Yaitu sabar menjalankan hal-hal mubah, juga amalan-amalan yang sama baiknya antara dikerjakan atau ditinggalkan. lbnul Qayyim menjelaskan, “Sabar mubah adalah sabar yang sama dua sisinya, boleh memilih antara melakukan atau meninggalkan hal itu.”

Sabar makruh : Yaitu sabar meninggalkan hal-hal mubah atau sangat diperlukan, namun dalam sabar ini ada bahaya bagi jasad dan lainnya. Contoh : sabar tidak makan dengan dalih zuhud hingaa tubuh menjadi kurus. Ini namanya sabar yang makruh. Demikian halnya sabar untuk melakukan hal makruh, ini sabar yang makruh. Termasuk pula sabar untuk tidak melakukan sesuatu yang dianjurkan.

Sabar haram : Yaitu sabar (tetap) menjalankan segala hal yang diharamkan, dan sabar (tetap) tidak melakukan hal wajib. Orang yang sabar tidak makan dan minum sampai mati, hukumnya haram dan terlarang. Termasuk kesabaran jenis ini adalah sabar menghadapi sesuatu yang mematikan, seperti menghadapi hewan buas, ular, malapetaka dan lainnya. Contoh-contoh sabar terlarang lainnya adalah tetap sabar menjalankan kebiasaan, tradisi dan bidah-bid’ah yang melanggar agama dan syariat.

Pembagian dalam tingkatan kesabaran beserta macamnya diatas merupakan kutipan dari buku dahsyatnya energi sabar yang ditulis oleh Musthafa Syaikh Ibrahim Haqqi dan diterbitkan oleh Multazam. Semoga menjadi pengetahuan bagi kita dalam memahami tingkatan dan macam sabar.

The post Tingkatan dan Macam dari Kesabaran appeared first on PustakaHanif.com.

]]>
https://pustakahanif.com/tingkatan-dan-macam-dari-kesabaran/feed 0